Rohman al-Bantani Jadi Pembicara di Konferensi Internasional Sufisme di Turki

Istanbul, 13 September 2026 — Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Indonesia. Rohman al-Bantani, alumni angkatan doktoral 2019 Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terpilih menjadi peserta dan pembicara dalam konferensi internasional bergengsi "Concluding International Joint Seminar of Bridging Mystical Philosophy and Arts in Sufism: Poetry, Music, and Rituals". Acara ini digelar pada 13–14 September 2026 di Üsküdar University, Nermin Tarhan Hall, Istanbul, Turki.

Rohman, yang baru saja wisuda pada 2026, akan mempresentasikan makalah berjudul "Beyond the Tariqa: The Transmission and Transformation of Rifa'iyya Tariqa in Bantenese Debus". Ia dijadwalkan tampil pada Sesi 2, 13 September 2026, pukul 15.15–17.15 waktu setempat, dengan ketua sesi Oman Fathurahman.

Dalam makalahnya, Rohman mengkaji bagaimana repertoar ritual Tarekat Rifa'iyyah ditransmisikan dan bertransformasi di berbagai lingkungan institusional serta konteks budaya yang berubah, dengan fokus pada praktik Debus di Banten. Ia menawarkan konsep ritual differentiation, yang berargumen bahwa repertoar ritual, afiliasi institusional, silsilah, dan identitas budaya dapat beroperasi secara independen satu sama lain. Kajian ini menantang narasi konvensional yang memandang Debus semata sebagai "cabang" dari Tarekat Rifa'iyyah.

Latar Belakang Akademik

Rohman al-Bantani merupakan dosen di Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ia menempuh studi doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 2019 dan resmi menyandang gelar doktor pada 2026. Disertasinya berjudul "Dinamika Islam Politik di Banten 1998–2020: Dari Islamisme ke Post-Islamisme", yang dipertahankan pada 15 Juli 2026 dengan predikat sangat memuaskan.

Sebelumnya, ia meraih gelar Master of Arts in Islamic Studies dari Leiden University, Belanda, pada 2011. Fokus penelitiannya mencakup studi Islam, agama dan politik, tasawuf, otoritas keagamaan, serta tradisi Islam lokal di Indonesia, khususnya Banten. Ia juga pernah menerbitkan makalah berjudul "The Result of a Holy Alliance: Debus and Tariqah in Banten Province" di jurnal Afkaruna, yang secara khusus membahas keterkaitan Debus dengan tarekat.

Tentang Konferensi

Konferensi ini merupakan seminar bersama internasional terakhir dari proyek penelitian enam tahun antara Kenan Rifai Center for Sufi Studies, Kyoto University, Jepang, dan Institute for Sufi Studies, Üsküdar University, Turki. Acara ini sekaligus menandai peringatan sepuluh tahun berdirinya Kenan Rifai Center for Sufi Studies yang diresmikan pada Maret 2016.

Seminar ini mempertemukan para sarjana dari berbagai negara untuk membahas hubungan antara filsafat mistik dan seni dalam tasawuf, meliputi puisi, musik, dan ritual. Partisipasi Rohman al-Bantani menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kajian tasawuf dan tradisi lokal Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan akademik global di bidang studi Islam.